KABARIKA.ID, JAKARTA – Rangkaian acara peresmian kantor baru Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) yang berlangsung di Gedung Menara Mandiri, Jakarta, Kamis (16/7), menjadi momentum krusial bagi industri properti Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan tantangan besar bagi jajaran pengembang di daerah untuk memacu kualitas properti nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh elit properti tanah air, di antaranya Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Real Estate Indonesia (REI) Raymond Arfandi, Wakil Ketua DPP REI Arif Mone, serta CEO Bumi Pundi Karsa Holding Company, H. Badris Salam (HBS), yang dikenal sebagai salah satu pengembang terbesar ke-3 di Indonesia.

Di sela-sela peresmian, Sekjen DPP REI Raymond Arfandi secara khusus memperkenalkan H. Badris Salam kepada Menteri PKP yang akrab disapa Menteri Ara. Mantan Ketua DPD REI Sulsel tersebut menegaskan bahwa HBS adalah pengembang andalan di kawasan Sulawesi dan dinilai sangat layak untuk melanjutkan estafet kepemimpinan DPD REI Sulsel ke depan.

“Benar, saya menyampaikan langsung ke Pak Menteri kalau Pak HBS ini bisa melanjutkan kepemimpinan REI Sulsel,” ujar Raymond kepada awak media. Aspirasi tersebut langsung direspons positif dan disetujui oleh Menteri Ara.

Tantangan Akad Massal Nasional
Menanggapi kesiapan tersebut, Menteri Ara tidak hanya memberikan restu, tetapi langsung melayangkan tantangan strategis kepada REI Sulsel. Ia meminta asosiasi untuk mempersiapkan proyek perumahan dengan kualitas terbaik di Sulawesi Selatan agar wilayah tersebut dapat ditunjuk menjadi lokasi pusat pelaksanaan Akad Massal Nasional tahun depan.

“Pak Menteri menantang saya agar mempersiapkan perumahan terbaik di Sulsel, sehingga Sulsel bisa siap menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan akad massal skala nasional tersebut,” ungkap H. Badris Salam pasca-pertemuan.

Pertemuan di Jakarta ini mempertegas hubungan sinergis yang telah terbangun sebelumnya antara HBS dan Kementerian PKP. Pada momentum HUT REI di Bandar Lampung beberapa waktu lalu, Menteri Ara juga sempat berdiskusi intensif dan meminta secara khusus kepada HBS untuk terus meningkatkan kuantitas serta kualitas pembangunan perumahan guna menyukseskan Program 3 Juta Rumah yang menjadi program prioritas pemerintah.

Sinergi kuat antara kementerian, BP Tapera, dan para pengembang andalan daerah seperti Bumi Pundi Karsa Holding Company diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian di Indonesia secara merata.

Tentang Bumi Pundi Karsa Holding Company:
Bumi Pundi Karsa Holding Company adalah perusahaan holding properti terkemuka yang berbasis di Sulawesi Selatan. Dipimpin oleh H. Badris Salam, perusahaan ini telah menempatkan diri sebagai pengembang terbesar ke-3 di Indonesia dengan fokus utama pada penyediaan perumahan berkualitas, aman, dan terjangkau bagi masyarakat luas. (*)