KABARIKA.ID, MAKASSAR – Pendaftaran calon Rektor Universitas Hasanuddin (UNHAS) periode 2026–2030 resmi dibuka Senin (11/8/2025). Di hari pertama, Rektor petahana Prof Jamaluddin Jompa menjadi orang pertama yang menyerahkan berkas pencalonannya ke Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor (PPR) di lantai 4 Gedung Rektorat UNHAS, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim panitia verifikasi memastikan seluruh 13 dokumen persyaratan Prof JJ, sapaan akrabnya telah lengkap. Guru Besar Biologi dan Ekologi Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan ini menegaskan, pencalonannya kembali didorong oleh tekad membawa UNHAS melangkah lebih jauh di kancah internasional.

“Tahun 2025 ini, untuk pertama kalinya sejak berdiri 69 tahun lalu, UNHAS masuk seribu besar universitas dunia, di peringkat 950. Tapi kita tidak boleh berhenti di sini. Universitas lain sudah masuk 500 besar,” ujarnya dalam konferensi pers.

Sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di kawasan timur Indonesia dari total 24 PTNBH nasional, Prof JJ menilai UNHAS memiliki tanggung jawab untuk mempercepat prestasi agar sejajar bahkan melampaui kampus-kampus di barat.

Selama tiga tahun kepemimpinannya sejak 27 April 2022, ia mengklaim meraih 18 capaian penting yang akan dirilis dalam dokumen khusus, termasuk prestasi dua fakultas, Pertanian dan Kehutanan, yang telah masuk peringkat internasional.

Meski demikian, ia mengakui masa jabatan tiga tahun belum cukup. Periode kedua nanti akan mengusung visi berbeda menyesuaikan arah kementerian dan pemerintah baru. Beberapa program prioritasnya meliputi penguatan jiwa kewirausahaan mahasiswa dan peningkatan kemampuan bahasa Inggris.

Targetnya, seluruh alumni UNHAS 2027 memiliki kompetensi bahasa Inggris memadai untuk bersaing di beasiswa internasional dan pasar kerja global.

Menariknya, panitia pemilihan telah mengundang 391 calon potensial untuk ikut mendaftar. “Bayangkan, 391 orang diundang untuk mendaftar calon rektor. Luar biasa untuk UNHAS. Saya juga kaget, banyak saingan nanti,” ujarnya sambil bercanda.

Prof JJ memilih mendaftar di hari pertama demi memberi contoh. “Pemilihan rektor harus sakral, berwibawa, profesional, dan bergairah. Hari pertama tidak boleh sepi, minimal langsung semarak,” katanya.

Soal waktu pendaftaran yang jatuh pada pukul 11 lewat 20 menit, ia menegaskan tidak ada kaitannya dengan ritual atau angka keberuntungan. “Itu murni penyesuaian jadwal. Selesai penerimaan mahasiswa baru, saya ke sini. Tidak ada yang mistis,” jelasnya.

Ia juga mengajak media menjaga proporsionalitas pemberitaan. “Kalau ada 100 hal dan 5 yang kurang baik, proporsinya ya 5% itu yang diberitakan negatif, sisanya yang positif. Bukan anti kritik, tapi mari bersama menjaga martabat Unhas,” tegasnya.

Dengan semboyan “Unhasku Bersatu, Unhasku Kuat”, Prof Jamaluddin optimistis dapat melanjutkan kiprah memajukan UNHAS menuju universitas kelas dunia dari Indonesia Timur.

Pendaftaran calon rektor Unhas berlangsung 11 Agustus hingga 1 September 2025. Saat mendaftar, Prof JJ diantar oleh hampir semua dekan fakultas yang ada di UNHAS, dan juga wakil rektor. (*)