KABARIKA.ID, MAKASSAR – Kolaborasi unik antara riset laboratorium dan aksi nyata di lapangan yang dilakukan Universitas Hasanuddin (UNHAS) dalam program RISE, mendapat pujian tinggi dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Wamendiktiristek), Prof. Stella Christie.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungannya ke laboratorium RISE FKM UNHAS, Rabu (12/11/2025), menegaskan bahwa riset kelas dunia tidak harus berakhir di jurnal, tetapi harus mampu menjawab persoalan konkret masyarakat.
Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Wamendikbudristek Bidang Riset dan Inovasi, Prof. Stella Christie.
Agenda utamanya adalah meninjau langsung implementasi program Revitalising Informal Settlements and their Environments (RISE), sebuah inisiatif yang berfokus pada peningkatan kesehatan lingkungan dan kualitas hidup warga di permukiman informal Kota Makassar.
Menurut Dekan FKM UNHAS, Prof. Sukri, kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan dan dampak nyata program RISE bagi masyarakat. “Kami menunjukkan bagaimana kegiatan RISE berjalan dan sejauh mana kontribusinya untuk masyarakat Makassar,” jelasnya.
Bukti nyata itu langsung disaksikan Wamen Stella Christie di lapangan. Didampingi Ansariadi, Kepala Lab RISE FKM UNHAS, Wamen menyempatkan diri melihat langsung bentuk intervensi program dan fasilitas laboratorium yang mendukung riset ini.
“Wamen menunjukkan ketertarikan besar terhadap model intervensi yang kami lakukan,” tutur Ansariadi.
Apresiasi pun mengalir. Prof. Stella Christie menyatakan kekagumannya pada model pendekatan yang diterapkan Tim RISE UNHAS. Ia menekankan bahwa integrasi antara penelitian akademik dan kerja lapangan ini adalah contoh ideal dari “riset yang berdampak langsung.”
“Saya sangat mengapresiasi bagaimana UNHAS memadukan riset dengan aksi nyata di lapangan. Program seperti RISE ini menunjukkan bahwa riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar menjawab persoalan nyata masyarakat,” ungkap Prof. Stella dengan semangat.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap penguatan kapasitas riset di perguruan tinggi.
Dengan apresiasi ini, UNHAS semakin diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai pusat unggulan riset lingkungan dan kesehatan masyarakat yang solutif bagi Indonesia. (*)
