KABARIKA.ID, MAKASSAR — Prestasi membanggakan ditorehkan Universitas Hasanuddin di awal tahun pendanaan riset nasional. Tidak sekadar lolos, UNHAS sukses menyapu bersih seluruh skema hibah yang ditawarkan dalam klaster Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) Mandiri pada Program BIMA 2026 Kemdiktisaintek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan total 201 proposal yang berhasil meraih pendanaan, capaian ini menegaskan posisi UNHAS sebagai kampus dengan kekuatan riset multidisiplin yang semakin matang dan kompetitif di level nasional.

Pencapaian tersebut terdiri dari 131 proposal pendanaan baru dan 70 proposal pendanaan lanjutan dari tahun sebelumnya. Yang paling signifikan, keberhasilan UNHAS kali ini merata ke seluruh lini.

Mulai dari skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) hingga skema flagship seperti RISET Kolaborasi Indonesia (RIKUB) dan Prototipe, semuanya berhasil ditembus oleh para peneliti UNHAS.

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNHAS, Prof. Suharman Hamzah, mengungkapkan bahwa ini adalah buah dari strategi pendampingan yang tak kenal lelah.

“Ini bukan sekadar keberuntungan. Kami menerapkan strategi pendampingan terstruktur dan pemetaan skema yang presisi sesuai bidang keilmuan. Hasilnya, Alhamdulillah, tidak ada satu skema pun di klaster PTNBH Mandiri yang luput dari para pengusul kami,” ujar Prof. Suharman dengan penuh semangat.

Angka 201 proposal lolos ini disaring dari total 1.057 judul penelitian dan 120 judul pengabdian yang dikirimkan UNHAS. Tingginya antusiasme tersebut menunjukkan produktivitas sivitas akademika yang terus terpacu untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi kemasyarakatan.

Keberhasilan meraih semua skema menjadi bukti bahwa Unhas tidak hanya kuat di riset dasar, tetapi juga siap dalam hilirisasi dan inovasi teknologi.

Berikut rincian pendanaan baru yang berhasil direbut:
1. Penelitian (Total 106 Judul):
• PPS-PTM: 41 judul (Mendominasi di riset terapan unggulan)
• PPS-PDD: 27 judul (Kontribusi nyata riset doktor)
• PDP (Dosen Pemula): 20 judul (Kaderisasi peneliti muda yang produktif)
• PFR (Penelitian Fundamental Reguler): 7 judul
• Prototipe: 5 judul (Sinyal kuat lahirnya inovasi siap pakai)
• PT-LP & RIKUB: Masing-masing 1 judul (Membuktikan kapasitas Unhas dalam riset kolaboratif nasional)
2. Pengabdian kepada Masyarakat (Total 25 Judul):
• PKM (Kemitraan Masyarakat): 17 judul
• PMP (Pemberdayaan Masyarakat): 6 judul
• PISN (Pengabdian Internasional): 1 judul

Meski meraih capaian gemilang, Prof. Suharman menegaskan bahwa LPPM UNHAS tidak akan berpuas diri. Pihaknya justru telah menyiapkan langkah strategis untuk proposal yang belum berhasil di periode ini.

“Kami akan melakukan evaluasi dan pendampingan ulang secara sistematis. Masukan dari reviewer akan menjadi bahan bakar untuk perbaikan di periode selanjutnya. Target kami bukan hanya kuantitas, tetapi kualitas dampak riset itu sendiri,” tegasnya.

Terkait total dana segar yang akan mengalir ke laboratorium dan masyarakat dampingan UNHAS, angka pastinya masih menunggu pengumuman resmi dari Kemdiktisaintek dalam satu hingga dua pekan mendatang.

Namun, dengan jumlah proposal sebanyak itu, UNHAS optimistis dana hibah BIMA 2026 akan menjadi katalisator percepatan riset dan inovasi di kampus merah. (*)