KABARIKA.ID, ITALIA — Para peneliti berhasil mengungkap 20 kolom teks yang sebelumnya tersembunyi, yang mencakup lebih dari satu meter papirus hangus, tanpa harus membuka gulungan tersebut secara fisik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagian yang tersisa dari sebuah gulungan kuno (yang hangus terbakar saat Gunung Vesuvius meletus hampir 2.000 tahun lalu) telah berhasil dibuka secara virtual dan dibaca dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).

Teks tersebut membahas filsafat Stoisisme mengenai etika, seni, dan perilaku manusia, serta berasal dari abad II atau akhir abad III SM.

Usia gulungan yang diberi nama PHerc 1667 ini menjadikannya salah satu yang tertua dalam koleksi ratusan gulungan yang ditemukan di perpustakaan sebuah vila mewah Romawi di Herculaneum.

Vila tersebut hancur akibat panas ekstrem dan terkubur di bawah abu saat letusan gunung berapi yang juga memusnahkan kota Pompeii di dekatnya pada tahun 79 M.

Vila Romawi mewah di Herculaneum, dekat Naples, memiliki sebuah perpustakaan tempat ditemukannya gulungan naskah papirus tersebut. Vila Romawi ini diterjang hawa panas dan terkubur di bawah timbunan abu saat terjadi letusan gunung Vesuvius pada tahun 79 M. (Foto: theguardian)

Peristiwa dahsyat dan penanganan di masa lalu telah berdampak buruk pada kondisi gulungan ini: gulungan tersebut sempat terbagi menjadi dua bagian, sementara upaya membuka dokumen di masa lampau menyebabkan lapisan luarnya mengelupas atau hancur.

Kini, ukurannya hanya tinggal separuh dari ukuran aslinya, yakni setinggi 8 cm dan selebar 2 cm.

Dr. Federica Nicolardi, seorang ahli papirus (papirolog) di Universitas Naples Federico II, mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki gulungan utuh.

“Kami tidak memiliki gulungan yang utuh, namun bagian yang tersisa berhasil dibuka, dan itu merupakan hasil yang sangat penting karena menunjukkan bahwa kami mampu membuka objek-objek ini sepenuhnya,” ujar Nicolardi.

Pencapaian ini diumumkan dalam sebuah konferensi di Naples pada hari Kamis (25/06/2026) dan merupakan hasil terbaru dari Vesuvius Challenge, sebuah kompetisi global yang diluncurkan pada tahun 2023 untuk membaca sebagian gulungan naskah yang telah hangus (terkarbonisasi).

Sejak saat itu, proyek ini telah memberikan hadiah bernilai ratusan ribu dolar kepada tim-tim yang menggunakan kecerdasan buatan dan perangkat lunak lainnya untuk membuka gulungan naskah secara virtual serta membaca teksnya dari citra sinar-X beresolusi tinggi.

Sebagian besar koleksi perpustakaan Herculaneum didominasi karya Philodemus dari Gadara, seorang filsuf dan penyair beraliran Epikureanisme yang hidup pada abad pertama SM.

Meskipun judul dan penulis PHerc 1667 belum diketahui, namun usia naskah yang lebih tua serta isinya mengarah pada penulis yang berbeda.

Gulungan Herculaneum dengan garis laser merah sedang dipindai oleh Prof. Brent Seales dan tim penelitinya. (Foto: theguardian)

Analisis yang dilakukan oleh Nicolardi dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa teks tersebut merupakan risalah Stoikisme, yang kemungkinan besar ditulis oleh filsuf Yunani, Chrysippus.

Ia adalah pemimpin ketiga aliran Stoikisme dan memiliki karya lain dalam koleksi tersebut. Teks itu menyebutkan nama keponakan sekaligus muridnya, Aristocreon.

“Awalnya, kami menduga ini mungkin karya seorang penganut Epikureanisme yang membahas doktrin Stoikisme. Namun kemudian saya berpikir sejenak dan berkata, ‘Tahukah Anda, jika naskah ini ditemukan di luar Herculaneum, kita pasti akan mengategorikannya sebagai karya Stoikisme’,” papar Nicolardi.

Vesuvius Challenge didasarkan pada penelitian Prof. Brent Seales, seorang ilmuwan komputer dari Universitas Kentucky.

Ia menunjukkan bagaimana algoritma pembelajaran mesin (machine learning) dapat dilatih untuk membaca tinta pada lapisan-lapisan tersembunyi gulungan naskah dengan mendeteksi perbedaan halus pada serat papirus dalam citra sinar-X.

Kompetisi yang didukung oleh para donatur dari Silicon Valley ini menarik minat berbagai tim yang kemudian menyempurnakan teknik untuk membuka gulungan naskah secara virtual dan membacanya.

Teks yang baru berhasil dibaca ini membahas konsep Stoikisme mengenai horme atau dorongan hati, yang memperingatkan bahwa kegagalan dalam mengendalikan perilaku menggunakan akal budi dapat berujung pada nafsu yang merusak dan penyimpangan dari tujuan seseorang.

Konsep lainnya adalah phronesis atau “kebijaksanaan praktis”, yang merupakan kebajikan tertinggi yang dapat dimiliki seseorang dalam filosofi Stoikisme.

Dalam satu bagian, penulis menulis: “Kita akan menyelidiki sesuatu, namun tidak akan dapat memahaminya, jika kita dengan cara tertentu menjauh dari diri kita sendiri dan dari kodrat kita.”

Kalimat tersebut mengisyaratkan bahwa akal budi dan kecenderungan alami manusia untuk berbuat baik merupakan hal krusial dalam mengembangkan pengetahuan seseorang.

Gulungan naskah lain yang berhasil dibuka secara virtual memuat kata-kata “Philodemus, On Gods, Book 8”, yang mengungkap untuk pertama kalinya bahwa karya On Gods terdiri dari beberapa buku. Sebelumnya, hanya buku pertama yang telah teridentifikasi.

“Gulungan naskah Herculaneum yang belum dibuka ini tampak seperti buku yang mati, padahal tidak demikian. Gulungan-gulungan itu mulai kembali berbicara,” kata Nicolardi.

Seales mengatakan bahwa tantangan kini telah beralih dari teknik yang diperlukan untuk membaca gulungan naskah yang hangus tersebut ke upaya ilmiah untuk memahaminya.

“Orang-orang kini tahu bahwa hal ini bisa dilakukan, dan sekarang kami sedang mendalami makna sebenarnya dari teks-teks tersebut. Bagi saya, ini ibarat Piala Dunia. Saya baru saja memenangkan Piala Dunia: itulah kemenangan saya,” jelas Seales. (rus)