KABARIKA.ID, WASHINGTON — Gedung Putih menyampaikan pada Jumat malam (25/09/2026) bahwa CNN tidak akan diikutkan dalam penerbangan Air Force One untuk perjalanan Presiden Donald Trump pada hari Sabtu (26/09/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini merupakan pembatasan media terbaru dari pemerintah di tengah perselisihan yang berkelanjutan dan memiliki implikasi terkait Amendemen Pertama Konstitusi AS.

Menurut Gedung Putih, CNN digantikan oleh Real America’s Voice News, sebuah jaringan konservatif, untuk perjalanan Presiden Trump ke Knoxville, Tennessee.

Trump dijadwalkan menghadiri pertandingan sepak bola perguruan tinggi antara University of Tennessee dan University of Texas, pada Sabtu siang (26/09/2026) waktu setempat.

Kabar ini muncul tak lama setelah jurnalis dari CNN, serta MS NOW dan Politico, yang dilarang Trump memasuki area Gedung Putih pekan lalu, kembali ke kompleks eksekutif atau Gedung Putih dengan membawa kamera TV setelah seorang hakim memberikan keputusan yang memulihkan akses bagi organisasi-organisasi media tersebut.

Hakim Distrik AS Timothy Kelly untuk sementara membatalkan larangan tersebut dalam putusan yang dikeluarkan pada Kamis dini hari (24/09/2026), namun keputusannya membahas mengenai kartu akses permanen (hard passes) ke kompleks Gedung Putih.

Putusan hakim Kelly tidak secara langsung menyinggung soal tugas peliputan bersama (pool duties). Perintah sementara dari hakim tersebut juga tidak menyebutkan secara langsung perihal Air Force One.

Organisasi-organisasi media meyakini bahwa keputusan pengadilan tersebut mencakup kelompok peliput bersama (pool).

Theodore Boutrous Jr., pengacara dari outlet-outlet berita yang dilarang tersebut, tidak segera menanggapi Surel dan panggilan telepon dari The Associated Press (AP) yang meminta komentar pada Jumat malam (25/09/2026).

Sebelumnya pada hari Jumat, dalam acara “The Lead with Jake Tapper,” Boutrous mengatakan bahwa pihak penggugat meyakini putusan pengadilan baru-baru ini juga mencakup masalah akses bagi kelompok peliput bersama (pool).

Gedung Putih tidak segera menanggapi surel dari AP yang meminta rincian tambahan mengenai keputusan tersebut.

Untuk beberapa waktu pada hari itu, layanan pool video jaringan televisi AS untuk Gedung Putih kembali beroperasi untuk pertama kalinya sejak Trump melarang ketiga outlet berita tersebut dalam sebuah perselisihan luar biasa terkait akses media.

Pada tengah hari di CNN, pemirsa dapat melihat Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping sedang berkeliling di National Archives (Arsip Nasional), bersama dengan Melania Trump dan Peng Liyuan, istri Xi.

Tulisan di bagian bawah layar berbunyi: “Trump dan Xi dari Tiongkok Mengunjungi National Archives.”

Itu adalah laporan rutin dari sebuah kunjungan kenegaraan, namun menjadi istimewa karena CNN tidak menayangkan siaran langsung video Trump selama beberapa hari sebelumnya.

“Saat ini, semua sistem sudah siap beroperasi,” ujar seseorang yang mengetahui seluk-beluk layanan pool tersebut, yang berbicara dengan syarat anonimitas karena situasi yang masih dinamis.

Kelompok peliput bersama ini terdiri dari lima outlet penyiaran utama AS yang bergantian mengambil dan membagikan rekaman video.

Ketika Gedung Putih melarang CNN, yang merupakan anggota kelompok pool tersebut, untuk masuk ke area Gedung Putih, bersama dengan MSNBC dan Politico, empat penyedia layanan pool lainnya menolak untuk berpartisipasi sebagai bentuk solidaritas.

Trump Telah Bersikap Lebih Agresif

Posisi yang seharusnya diperuntukkan bagi CNN dalam penerbangan ini telah lama dicadangkan bagi anggota kelompok peliput bersama jaringan televisi AS, di mana Real America’s Voice News tidak termasuk di dalamnya.

CNN tidak memberikan komentar langsung pada hari Jumat sebelumnya, melainkan merujuk pada liputan editorialnya.

Namun, Brian Stelter, analis media jaringan tersebut, mengunggah informasi di X bahwa CNN memiliki penugasan tim liputan bersama dalam acara di Arsip Nasional dan bahwa Gedung Putih telah menyetujui kredensial jaringan tersebut.

Sepanjang masa jabatan keduanya, Trump semakin sering menyasar media yang liputannya membuatnya kesal, serta mengambil tindakan administratif atau hukum terhadap beberapa di antaranya.

Awal tahun lalu, ia melarang wartawan AP meliput acara Gedung Putih karena organisasi tersebut tidak mematuhi perintah eksekutifnya yang mengubah nama Teluk Meksiko menjadi “Teluk Amerika.” Pedoman AP menyatakan mengakui nama baru tersebut jika relevan.

Kasus ini sedang dalam tahap banding setelah hakim pengadilan distrik federal memenangkan pihak AP.

Tim liputan bersama (press pool) ini dibentuk beberapa dekade lalu oleh Asosiasi Koresponden Gedung Putih, sekelompok jurnalis yang meliput kegiatan presiden, untuk memastikan adanya jadwal bergilir bagi jurnalis yang selalu mendampingi presiden dalam perjalanan.

Tim ini mendistribusikan laporan langsung dan dokumentasi visual kepada kalangan pers yang lebih luas, serta berperan untuk meminta pertanggungjawaban kepala eksekutif negara tersebut demi kepentingan publik Amerika. (rus)