KABARIKA.ID, MAKASSAR– Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Makassar merayakan Milad KAHMI ke-60 melalui kegiatan silaturahmi di Pantai Indah Bosowa, Makassar, Sabtu (24/10/2026) pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perayaan enam dekade organisasi alumni HMI ini menjadi momentum mempererat kebersamaan lintas generasi sekaligus meneguhkan komitmen kebangsaan dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, pendiri Bosowa Group HM Aksa Mahmud, dan Wakil Ketua DPD RI H. Tamsil Linrung.

Hadir pula Ketua Umum MD KAHMI Kota Makassar, Prof. Andi Pangerang Moenta, bersama jajaran pengurus dan keluarga besar KAHMI Makassar.

Sejak pukul 06.00 WITA, para alumni mulai berdatangan ke lokasi acara. Kegiatan diawali dengan senam bersama, sementara sebagian peserta memanfaatkan suasana pantai untuk berbincang dan mempererat silaturahmi.

Acara inti dimulai sekitar pukul 08.00 WITA dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne HMI, dan Mars KAHMI, dilanjutkan doa serta laporan Ketua Panitia, drg. Irfan Sugianto, Ph.D.

*Perkuat Kontribusi KAHMI bagi Pembangunan Daerah*

Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengapresiasi peran KAHMI yang dinilainya memiliki banyak akademisi dan tokoh dengan kapasitas untuk menyumbangkan gagasan bagi pembangunan daerah.

Munafri berharap KAHMI terus menjadi mitra pemerintah, khususnya dalam memberikan pemikiran dan masukan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan Kota Makassar.

“Rasanya tidak benar kalau saya tidak hadir di acara Milad KAHMI yang diadakan KAHMI Kota Makassar ini. Saya paham di KAHMI banyak akademisi dan orang-orang hebat, karena itu saya berharap semoga KAHMI dapat terus menjadi mitra pemerintah khususnya dalam memberi sumbangsih ide dan pemikiran untuk pembangunan daerah,” kata Munafri.

Suasana acara sempat diwarnai momen spontan ketika HM Aksa Mahmud tiba di lokasi saat Munafri masih menyampaikan sambutan. Munafri, yang akrab disapa Appi, menghentikan sambutannya sejenak untuk menyambut kedatangan Aksa, yang juga merupakan mertuanya.

“Bapak Ibu sekalian. Yang kita tunggu-tunggu sudah datang. Kalau dalam bahasa Makassar, beliau ini adalah *patanna anjo tampaka*, alias sang tuan rumah pemilik tempat,” ujar Appi diiringi tepuk tangan yang hadir sembari menyambut kedatangan HM Aksa Mahmud.

*Aksa Mahmud Dorong Lahirnya Pemimpin Bangsa*

Dalam sambutannya, Aksa Mahmud mengaku senang dapat menghadiri perayaan Milad KAHMI ke-60.

Ia berharap organisasi alumni HMI tersebut terus menjadi ruang lahirnya pemimpin bangsa yang mampu menyeimbangkan tanggung jawab duniawi dan akhirat serta memiliki komitmen keumatan yang kuat.

“Saya senang sekali bisa hadir di acara Milad KAHMI ke-60 ini. Saya sendiri lahir lebih awal daripada KAHMI. Tapi saya percaya di organisasi ini kita bisa melahirkan pemimpin bangsa yang mampu menyeimbangkan urusan dunia dan akhiratnya, yang memiliki komitmen keummatan yang jelas,” ujar Aksa.

Sebagai pendiri Bosowa Group sekaligus pemilik Pantai Indah Bosowa, Aksa juga menyatakan kesediaannya membuka kawasan tersebut bagi kegiatan KAHMI, termasuk pertemuan organisasi dan diskusi kebangsaan maupun keumatan.

“Pantai Bosowa ini adalah pantainya KAHMI. Jadi kalau mau bikin acara, rapat atau diskusi tentang kebangsaan dan keummatan, tempat ini terbuka untuk KAHMI,” katanya.

Pernyataan tersebut disambut sebagai ajakan untuk terus memelihara ruang perjumpaan dan dialog di kalangan alumni, terutama dalam membahas persoalan kebangsaan dan keumatan.

*Tamsil Linrung Ajak Alumni Berkontribusi bagi Bangsa*

Wakil Ketua DPD RI H. Tamsil Linrung, yang hadir sebagai *keynote speaker*, mengajak keluarga besar KAHMI untuk mencermati dinamika bangsa dan terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan nasional.

“Bangsa ini sedang dalam fase transisi yang membutuhkan perhatian dari seluruh kalangan, termasuk dari keluarga besar KAHMI. Paling tidak, kita harus bisa terus berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan ummat,” kata Tamsil.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya peran alumni HMI dalam kehidupan kebangsaan. Menurut Tamsil, kontribusi positif dapat terus diberikan melalui pemikiran, pengabdian, dan keterlibatan dalam pembangunan.

Momentum Milad ke-60 pun menjadi kesempatan bagi keluarga besar KAHMI untuk merefleksikan perjalanan organisasi sekaligus memperkuat peran alumni dalam menjawab tantangan masyarakat dan bangsa.

*Andi Pangerang Moenta Paparkan Program Strategis*

Sementara itu, Ketua Umum MD KAHMI Kota Makassar, Prof. Andi Pangerang Moenta, memaparkan dua program strategis yang dijalankan selama dua periode kepemimpinannya.

Kedua program tersebut meliputi pembinaan Majelis Rayon di empat kampus di Makassar serta pembangunan Masjid dan Kampung KAHMI di Malino.

“Ada dua program strategis yang kami laksanakan sepanjang dua periode memimpin KAHMI Makassar, yaitu membina Majelis Rayon di empat kampus di Makassar, dan membangun Masjid dan Kampung KAHMI di Malino. Kami berharap, pengurus periode selanjutnya dapat membuat program strategis yang lebih baik lagi,” ujar Andi Pangerang.

Ia berharap kepengurusan selanjutnya dapat melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan terobosan baru untuk memperkuat organisasi dan memperluas kontribusi KAHMI kepada masyarakat.

*Potong Tumpeng dan Pererat Kebersamaan*

Rangkaian perayaan ditutup dengan pemotongan tumpeng Milad KAHMI ke-60 oleh Aksa Mahmud, didampingi Andi Pangerang Moenta, Tamsil Linrung, Sekretaris Umum MD KAHMI Makassar Andi Sri Hastuti Sultan, jajaran pengurus, dan panitia pelaksana.

Suasana semakin meriah dengan sesi foto bersama dan pengundian *doorprize*. Sejumlah hadiah disiapkan panitia, antara lain sepeda motor, kulkas, dan paket wisata gratis ke Lombok.

Selain agenda seremonial, panitia juga menyiapkan ramah tamah dan pemeriksaan kesehatan bagi peserta. Sebelumnya, peserta diimbau mengenakan kaos hijau-hitam atau kaos khas KAHMI.

Melalui perayaan enam dekade ini, MD KAHMI Kota Makassar berharap silaturahmi lintas generasi alumni HMI semakin erat.

Lebih dari sekadar peringatan hari jadi, Milad ke-60 menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen kebangsaan, memperkuat nilai-nilai keumatan, dan melanjutkan pengabdian bagi masyarakat, daerah, serta Indonesia. (*)