Perlu Insentif Bagi Daerah yang Bagus Pengelolaan Lautnya

Berita442 Dilihat

KABARIKA.ID, JAKARTA– Hasil dialog akhir tahun 2022 Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (Unhas) yang digelar di Jakarta, menghasilkan beberapa gagasan konstruktif dan rekomendasi kepada pemerintah yang disampaikan oleh sejumlah narasumber.

Salah satu gagasan dan rekomendasi yang mengemuka dalam sesi dialog dan diskusi dengan tema “Teluk Jakarta Giant Sea Wall dan Pembangunan Berkelanjutan” di Boska Coffee, Jakarta Selatan, Sabtu 17 Desember 2022 itu adalah perlunya insentif bagi daerah yang dinilai bagus dalam pengelolaan lautnya.

”Indeks kesehatan laut Indonesia harus diturunkan ke level provinsi karena menjadi kunci sebagai agregat indeks laut nasional kita,” ujar Riza Damanik, Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) dalam forum dialog ISLA Unhas yang dirangkaikan dengan launching buku karya alumni kelautan Unhas.

Menutut Riza Dmanik yang juga staf ahli Menkop dan UKM ini bahwa selama ini indeks kesehatan laut Indonesia masih dibawah rata2 indeks kesehatan laut dunia. Dengan kata lain, lanjutnya, tingkat kesehatan laut kita belum begitu baik.

Salah satu indikator bagaimana ekosistemnya, sangat berbeda jika melihat fungsi-fungsi ekologis hari ini dibandingkan dengan tahun 1980-an.

Selain itu, salah satu dalam blue ekonomi development indeks adalah government indeks,menunjukkan pembuatan kebijakan tdk berkontribusi pada peningkatan ekonomi, ekonomi fairness.

Sementara itu, Taslim Arifin, peneliti senior dari Pusat Riset Konservasi Sumber Daya Laut dan Perairan Darat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengemukakan pembangunan great sea wall (GSW) Jakarta dapat mengurangi banjir dan meningkatkan ekonomi maritim.

Didalam GSW, tambahnya, ada kemungkinan penumpukan limbah, suplay air laut berkurang ke kawasan mangrove di pesisir teluk Jakarta.

“Karena itu perlu membuat beberapa skenario dalam pembangunan teluk Jakarta guna menghindari dampak negatif yang besar,” ujarnya.

Taslim berpandangan reklamasi membutuhkan kajian bukan hanya dari sisi ekonomi saja tapi juga ekologi dan sosial.

Sedangkan Wagub DKI Jakarta periode 2020-2022, Ahmad Riza Patria mengatakan program GSW sudah lama, sejak era Gubernur Fauzi Bowo pada sekitar tahun 2012.

Saat itu dimaksudkan untuk berfungsi sebagai pelindung pantai dari ancaman abrasi maupun banjir rob yang kerap melanda wilayah pesisir utara kota Jakarta.

Hasil dialog akhir tahun 2022 ISLA Unhas ini juga mendapat respon positif dari peserta bernama Daud yang juga mahasiswa Sekolah Tinggti Perikanan (STP) Jakarta, mengaku gembira diundang mengikuti kegiatan tersebut karena menambah wawasan dan pengetahuannya terutama dalam pengelolaan usaha yang berbasis perikanan dan kelautan.

“Saya dan teman-teman merasa senang dan terima kasih kepada panitia sudah mengundang kami,” ujar Daud yang barasal dari Papua.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *