13 Formatur Terpilih Pimpin Muhammadiyah Sulsel

ARQAM AZIKIN: SEBAIKNYA AMBO ASSE TIDAK DULU SEBAGAI KETUA PMW SULSEL

Berita613 Dilihat

KABARIKA.ID, ENREKANG — Sidang Pleno Musyawarah Wilayah ke-40 Muhammadiyah Sulawesi Selatan di Gedung Gabungan Dinas-Dinas Kabupaten Enrekang, Sabtu (4/3) malam, memilih 13 nama anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) masa jabatan 2022-2027.

Melalui e-voting, suara terbanyak diraih Abbas Baco Miro dengan 671, disusul Ambo Asse 669, Mawardi Pewangi 617, Abd Rakhim Nanda 604, Muhammad Syaiful Saleh 555, Budu 536

Lalu  Gagaring Pagalung memperole 526, Mustari Bosra 513, Arifuddin Ahmad 421, Dahlan Lamabawa 390, Abdul Qadir Gassing 336, Pantja Nurwahidin 324, dan Jusain Abd Rahman 313.

Selanjutnya 13 formatur tersebut, pada hari Ahad (5/03/2023) pagi melakukan musyawarah untuk menentukan Ketua dan program PWM Sulsel lima tahun ke depan.

Ketua Panlih Musywil, Mawardi Pewangi bersyukur pemilihan formatur berjalan lancar.

Sementara itu, Arqam Azikin memberikan masukan bahwa pada momentum ini bagus juga Kiyai Abbas Baco Miro yang jadi Ketua PWM Sulsel.

Namun, bila berhalangan atau tidak bersedia dapat diberi kesempatan HM. Syaiful Saleh, H Mustari Bosra, atau Mawardi Pewangi, sebagai Ketua PWM Sulsel.

Semestinya, lanjut Arqam Ambo Asse tidak masuk dulu sebagai Ketua PWM Sulsel, agar bisa lebih fokus memegang amanah kepemimpinan Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, dan tidak rangkap jabatan.

“Sebab, sebagai Rektor Unismuh perlu konsentrasi penuh.
Biarlah, Ketua PWM dipegang pimpinan yang lain,” kata Arqam.

Mengapa harus demikian, lanjut mantan demonstran ini, karena sejatinya Ketua PWM Sulsel itu punya juga tanggung jawab pengawasan kepada jabatan Rektor Unismuh.

“Kan lebih elegan secara etika kepemimpinan bila tidak rangkap job yang mengawasi kinerja dan yang akan diawasi,” sarannya.

Menurutnya, dalam proses ke depan di Muhammadiyah Sulsel, karakter kepemimpinan dan etika kepemimpinan mesti jadi keinginan bersama.

“Demi kesinambungan karakter kepemimpinan dan etika yang telah dicontohkan para pendiri Muhammadiyah di level Nasional maupun sesepuh Muhammadiyah di Sulawesi Selatan,” pungkas Arqam yang pernah dua priode menjadi sekretaris LHKP Muhammadiyah Sulsel (*/roy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *