Prodi Teknik Pertanian Unhas Dapat Kucuran Dana Rp 1,5 Miliar dari Ditjen Dikti Kemendikbudristek Melalui PKKM

Berita484 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan bantuan pendanaan sebesar Rp 1,5 miliar untuk program studi (Prodi) Teknik Pertanian Unhas, melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) tahun 2023.

Kepala Sub Direktorat Pembelajaran Mandiri/Merdeka Belajar Kampus Merdeka Unhas, Makkarennu, S.Hut M.Si Ph.D dalam sambutannya mengatakan, dari lima Prodi yang diusulkan Unhas untuk mengikuti PKKM, ada satu Prodi yang berhasil diundang untuk verifikasi kelayakan, yakni Teknik Pertanian.

“Ada satu program studi yang diundang untuk verifikasi kelayakan, meskipun sekarang belum ada pengumuman secara resmi, yaitu Prodi Teknik Pertanian,” ujar Makkarennu yang juga dosen Fakultas Kehutanan Unhas, di hotel Unhas & convention Tamalanrea, Rabu (19/04/2023).

Adapun lima prodi yang mengajukan proposal pada program ini adalah Prodi Teknik Elektro, Teknik Pertanian, Kehutanan, Sastra Arab, dan Kesehatan Masyarakat.

Mengenai besaran dana yang akan diterima Prodi Teknik Pertanian, Makkarennu mengatakan bahwa angka Rp 1,5 miliar sudah disepakati saat proses verifikasi kelayakan.

“Setelah melalui verifikasi kelayakan, sudah disampaikan sejumlah Rp 1,5 miliar untuk dana yang disepakati,” tambah Makkarennu.

Sementara itu, Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D menjelaskan bahwa PKKM di tingkat Prodi ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu, kemudian relevansi dan inovasi pendidikan tinggi dalam rangka merespons dan mengantisipasi pengembangan Iptek di masa depan, sesuai dengan keunggulan Prodi masing-masing.

“Diharapkan nantinya lebih banyak kerja sama dengan DUDI atau dunia usaha dan dunia industri, arahnya lebih ke situ,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa bantuan pendanaan ini akan digunakan, antara lain untuk peningkatan kualitas mahasiswa yang merupakan sasaran utama dari Kampus Merdeka.

“Selain itu, tentunya untuk dosen, karena dosen yang akan memfasilitasi mahasiswa dalam program Merdeka Belajar. Intinya untuk mendukung implementasi Merdeka Belajar,” ungkap Prof. Ruslin.

Kegiatannya mulai berjalan tahun ini dan tahun depan. “Akhir April ini sudah mulai berjalan programnya,” tandas Prof. Ruslin. (*/rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *