AAS Borong Warung Pallubasa Onta 4 Hari, Korban Kebakaran Makassar Bisa Makan Gratis Sepuasnya

Berita432 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR –Sebanyak 12 rumah di pemukiman padat penduduk di Jalan Serigala, Kecamatan Mamajang, kota Makassar diamuk api pada Jumat (13/10/2023) siang.

Peristiwa serupa juga terjadi pada Minggu (15/10/2023) malam di Jalan Mamoa, Manurukki, Kota Makassar

Mendengar laporan tersebut, Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) dan Founder AAS Foundation Andi Amran Sulaiman berinisiatif terjun langsung ke lokasi kejadian kebakaran membawa bala bantuan, Senin (16/10/2023).

Dari tangannya sendiri, Amran menyerahkan 20 karung beras, 10 karung gula, mie instan, peralatan mandi, 20 pasang seragam sekolah, kompor, dan lain-lain.

Tak sampai di situ, mantan Menteri Pertanian itu juga menggratiskan warung Pallubasa di Jalan Onta, Makassar bagi para korban dan relawan kebakaran selama 4 hari.

“Mereka bisa makan sepuasnya di Pallubasa Onta selama 4 hari. Gratis untuk korban dan relawan kebakaran,” tutur Amran.

Gerakan kemanusiaan ini digalakkan Amran demi meringankan beban para korban yang terdampak. Amran mengaku merasakan musibah serupa, tahun 2002 silam.

Rumah keluarga Amran di Bone hangus dilalap si jago merah. Harta benda beserta ijazah dan surat-surat berharga lainnya tak bisa diselamatkan. Alhasil, dirinya bersama 11 saudaranya terpaksa tidur di tenda di bawah pohon.

“Waktu itu rumah saya terbakar. Bayangkan 12 bersaudara. Ijazah, surat-surat semua terbakar. Tahun 2002. Satu bungkus mie instant sangat berarti. Kami tidur di bawah pohon. Buat tenda. Mungkin cuma 3-5 tahun, rumah kita bangun kembali lebih besar,” kisah Amran.

Oleh karenanya ia menitipkan pesan moral kepada para korban untuk tabah dan mengambil hikmah dari musibah yang dialaminya.

“Jadikan musibah batu loncatan untuk sukses. Karena kita harus percaya, di balik musibah pasti Allah berencana mengangkat derajat kita. Tergantung cara kita menyikapinya,” pesannya.

Amran berkomitmen akan berupaya hadir di setiap musibah, bencana, dan kesulitan warga. Dengan dibentuknya AAS Foundation, AAS Community yang berkolaborasi dengan IKA Unhas, maka dimanapun terjadi musibah disitu dia akan hadir membantu meringankan.

“Disinilah kita lebur perbedaan. Itulah hebatnya orang Sulsel, bahu membahu membantu sesama tanpa adanya perbedaan status. Sehingga kalau ada kebakaran atau bencana dimanapun, insya Allah kita hadir,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *