Kesetaraan Gender di Lingkungan TNI Sudah Terwujud Sejak 1963, Kowal Genap Berusia 61 Tahun Hari ini

Berita, Inspirasi161 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Kesetaraan gender sudah lama terwujud di kalangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. Kehadiran Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) membuktikan hal itu.

Pada tanggal 5 Januari 2024 hari ini, Kowal memperingati hari lahirnya yang ke-61. Organisasi yang dibentuk pada 1963 ini, bertujuan untuk mempersiapkan dan melatih perempuan dalam membangun citra sebagai sosok yang responsif, tangguh, berdedikasi tinggi, memiliki semangat sapta marga, dan mampu menghadapi berbagai tantangan.

Melansir laman resmi TNI, Kowal disebut memiliki peran strategis dalam mengukuhkan keberadaan perempuan di dalam struktur AL.

Kiprahnya yang fokus pada pengembangan keterampilan, kepemimpinan, dan kemandirian, Kowal diharapkan mampu beradaptasi dengan baik dalam lingkungan dinas militer maupun dalam berinteraksi dengan masyarakat secara umum.

Peran Kowal tidak terbatas hanya pada aspek kemiliteran semata, melainkan juga mencakup tanggung jawab dalam menghadapi tugas-tugas yang kompleks dalam berbagai bidang.

Kowal Wilayah Makassar melaksanakan ziarah rombongan dalam rangka memperingati HUT ke-61 Kowal yang jatuh pada 5 Januari 2024, bertempat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang Makassar, Rabu (3/01/2024). (Foto: Pen Lantamal VI)

Dengan demikian, Kowal bukan saja menjadi representasi dari kesetaraan gender di lingkungan TNI AL, tetapi juga menjadi kekuatan yang mendukung keberlanjutan dan keberhasilan organisasi ini.

Sejarah Pembentukan Kowal

Pada awal 1960-an, pembangunan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) menjadi prioritas, termasuk kebutuhan akan tenaga perempuan dalam struktur dinas Angkatan Laut.

Faktor efisiensi menjadi pertimbangan utama dalam pembentukan Korps Wanita di lingkungan Angkatan Laut, dengan mempertimbangkan kodrat dan peran keperempuanan.

Komodor Yos Sudarso merupakan tokoh yang pertama kali mengusulkan pembentukan Korps Wanita, khusus di Angkatan Laut.

Usulan tersebut mendapat dukungan positif dari Panglima Angkatan Laut saat itu, Laksamana RE Martadinata.

Pembentukan Kowal diresmikan melalui Surat Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Laut Nomor 5401.24, tanggal 26 Juni 1962.

Surat Panglima Angkatan Laut tersebut secara tegas mengakui sepenuhnya tentang pentingnya hak dan kehormatan perempuan Indonesia untuk berkontribusi dalam dunia kemiliteran.

Proses pembentukan Kowal dimulai dengan rekrutmen anggota untuk pendidikan kemiliteran, yang menghasilkan 12 Perwira Kowal yang pertama.

Kasal Laksamana Muda RE Martadinata bertanggung jawab atas pelantikan generasi pertama Kowal pada 5 Januari 1963.

Tanggal pelantikan generasi pertama Kowal tersebut kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran Kowal yang diperingati setiap tahun.

Nama dari 12 Perwira Kowal pertama yang dihasilkan dari proses rekrutmen dan pendidikan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kapten dr. Pinarti,
2. Kapten dr. Chrictina Logiani Semiartin,
3. Kapten dr. Siti Dahlia,
4. Letnan Syamsiar, S.H.,
5. Letnan Suryati Rasdan, S.H.,
6. Letnan An Go Lian Lie, S.H.,
7. Letnan Dra. Ide Rope Darina Tampubolon,
8. Letnan Elly Hanifah, S.H.,
9. Letnan Dra. Louise Elisabeth Coldenhoff,
10. Letnan Dra. Wayan Widja,
11. Letnan Sri Wiyati, S.H., dan
12. Letnan Dra. Suprapti.

Kowal ditugaskan ikut serta dalam pertahanan negara dengan memanfaatkan keahlian dan kemampuan khusus para anggotanya, yang sesuai dengan kodrat dan sifat keperempuan.

Tujuannya adalah mencapai efisiensi kerja maksimal dalam struktur organisasi TNI Angkatan Laut.

Dalam pengembangan konsep selanjutnya, Kowal diberikan dua fungsi utama.

Pertama, Kowal diarahkan untuk mengabdikan diri dalam tugas-tugas tertentu yang lebih cocok dan efisien dilakukan oleh tenaga perempuan.

Kedua, Kowal bertugas untuk menjaga hubungan dengan masyarakat, terutama organisasi-organisasi perempuan lainnya, guna memelihara sifat-sifat keperempuanan dalam kegiatan dan ketekunan mereka dalam kehidupan militer.

Sampai kini, Kowal terus berkomitmen pada tujuan awalnya, yakni memberikan hak, kewajiban, dan kehormatan kepada perempuan Indonesia untuk berkontribusi dalam bidang kemiliteran dan mengisi jabatan tertentu dalam organisasi TNI AL demi kesempurnaan dan efisiensi organisasi.

Tugas-tugas Kowal

Sebagai seorang perempuan militer, anggota Kowal harus mampu mengemban tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh organisasi.

Sedangkan sebagai pemangku kodrat perempuan, Kowal harus mampu berkarier secara serasi, selaras, dan seimbang serta profesional tanpa meninggalkan kodrat kewanitaannya.

Tugas-tugas Kowal sebagaimana diatur oleh Mabes TNI adalah sebagai berikut:

1. Pendukung administratif, Kowal dapat terlibat dalam tugas administratif seperti manajemen dokumen, pengarsipan, dan pekerjaan kantor lainnya yang mendukung operasional TNI AL.

2. Bidang kesehatan, Kowal juga dapat terlibat dalam sektor kesehatan, baik sebagai perawat, tenaga medis, atau dalam mendukung kegiatan kesehatan di lingkungan TNI AL.

3. Pendidikan dan pelatihan, Kowal dituntut melibatkan diri dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi personel TNI AL, termasuk pelatihan keamanan, keterampilan militer, atau aspek lain yang diperlukan.

4. Komunikasi dan hubungan masyarakat, Kowal memiliki peran dalam menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan media. Mereka dapat terlibat dalam kegiatan komunikasi dan kampanye yang mendukung citra positif TNI AL.

5. Operasi militer, Kowal juga dapat terlibat langsung dalam operasi militer, baik dalam tugas-tugas keamanan laut maupun tugas-tugas lainnya yang membutuhkan keterlibatan personel perempuan.

6. Penanggulangan bencana, Kowal juga senantiasa terlibat dalam kegiatan penanggulangan bencana dan kemanusiaan untuk membantu masyarakat dalam situasi darurat.

7. Pengembangan SDM, Kowal juga mengambil peran dalam pengembangan sumber daya manusia TNI AL dengan mendukung pendidikan dan pelatihan personel, serta berpartisipasi dalam program pengembangan karier.

8. Pengabdian masyarakat, Kowad ikut terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan untuk membantu masyarakat, sekaligus memperkuat keterlibatan TNI AL dalam kegiatan kemanusiaan.

Tugas-tugas Kowal tersebut mencerminkan kontribusi yang beragam dan penting dalam mendukung misi dan tujuan TNI AL, serta memperkuat peran perempuan dalam lingkungan militer.

Kowal dalam Misi Perdamaian PBB

Head of Gender Affair Officer UNIFIL, Rana Rahal saat menggelar workshop tentang gender bagi pasukan misi perdamaian PBB di atas KRI Frans Kaisiepo-368, beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Dispenal)

Seiring dengan perkembangan situasi global, perosel Kowal juga telah diikutkan dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di berbagai kawasan yang rawan konflik.

Saat ini ada delapan personel Kowal yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) UNIFIL di Lebanon.

Keterlibatan personel Kowal dalam misi pemeliharaan pedamaian PBB di Lebanon, mendapat apresiasi posisit oleh Head of Gender Affair Officer UNIFIL, Rana Rahal.

Peringatan HUT ke-61 Kowal tahun 2024 mengangkat tema, ”Kowal Tangguh dan Hebat Menuju Indonesia Maju”. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.