F8 Tahun 2022 Mengusung Tema “Energy Recovery”

Berita670 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR — Setelah absen dua tahun berturut-turut (2020-2021) akibat pandemi Covid-19, kini festival F8 hadir kembali di kota Makassar. Pembukaannya berlangsung meriah di anjungan pantai Losasi, Rabu malam (7/9/2022), dan disaksikan tak kurang dari 3.000 orang penonton di tribun panggung serta ribuan di luar tribun.

Acara pembukaan dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi, Gubernur Sulsel yang diwakili oleh Sekda Sulsel Dr. Abdul Hayat, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer, serta ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang juga Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, ketua umum Pengurus Pusat IKA Unhas Dr Andi Amran Sulaiman, serta sejumlah bupati dan wali kota seluruh Indonesia.

Juga hadir seluruh unsur Forkopimda Kota Makassar dan Forkopimda Sulsel, yakni Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, Danlantamal VI/Makassar Laksma TNI Dr Benny Sukandari, Pangkoopsau II Marsda TNI Widyargo Ikoputra, M.M., Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana, dan Kajati Sulsel R. Febrytrianto, dan ketua DPRD provinsi Sulsel.

Sedangkan perwakilan negara sahabat yang hadir, adalah Konjen Jepang dan Konjen Australia di Makassar.

Ketua umum Pengurus Pusat IKA Unhas Dr Andi Amran Sulaiman berbincang dengan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno tentang badik sesaat setelah Menparekraf menerima hadiah badik dari Pemkot Makassar.
Ketua umum Pengurus Pusat IKA Unhas Dr Andi Amran Sulaiman berbincang dengan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno tentang badik sesaat setelah Menparekraf menerima hadiah badik dari Pemkot Makassar.

Rangkaian pembukaan festival dan forum F8 diawali dengan acara sekuel budaya Angngarru yang menukilkan kisah Daeng Mangalle, salah seorang dari 25 panglima perang Gowa, yang meninggalkan Gowa setelah perjanjian Bongaya tahun 1667 menuju Siam. Ia kemudian menjadi panglima perang negeri Siam.

Selanjutnya, disusul penampilan tari kolosal yang dikukung ratusan penari generasi milenial tingkat SMP dan SMA yang memukau para penonton. Setelah itu tampil puluhan penyanyi etnis yang menyanyikan lagu-lagu daerah Sulsel yang mampu menghipnotis ribuan penonton dan jutaan pemirsa televisi yang menyaksikan siaran langsung acara budaya yang spektakuler ini.

Setelah menyajikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, wali kota Makassar Mohammad ‘Danny’ Ramdhan Pomanto sebagai penyelenggara tampil ke atas panggung memberikan sambutan.

Danny mengawali sambutannya dengan mengajukan pertanyaan retorik: apa itu F8? “F8 adalah sebuah festival yang awalannya F, yaitu food and fruit festival, folk festival, fine art festival, film festival, fiction writer festival, fusion music festival, fashion festival dan flora and fauna festival,” papar Danny.

Menurut ketua IKA Unhas provinsi Sulsel itu, F8 digagas dari pertemuan budaya di Makassar yang menemukan delapan jalan kebudayaan.

F8 pertama kali dilaksanakan pada 2016 dan berlangsung empat kali berturut-turut hingga 2019. Pada tahun 2020 dan 2021 F8 tidak sempat terlaksana akibat pandemi Covid-19.

F8 tahun 2022 ini merupakan pelaksanaan yang ke-5 atau yang pertama pasca pandemi Covid-19. Meski pelaksanaannya sempat terhenti selama dua tahun, namun festival F8 tetap tercatat dalam 10 besar event budaya nusantara di kementerian Parekraf.

Tema yang diusung F8 kali ini adalah “Energy Recovery”. “Sebuah energi yang dibutuhkan hari ini untuk pemulihan. Negara Republik Indonesia mencanangkan pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat, maka kita menyempurnakan dengan energy recovery,” papar Danny.

Melalui tema energy recovery, pemerintah kota Makassar menampilkan dua simbol keberanian dalam perhelatan F8 ini. Keberanian menghadapi kesusahan masa depan yang secara bersama-sama kita mampu mengatasinya.

“Malam ini kita tampilkan dua simbol keberanian. Pertama adalah perahu phinisi yang merupakan simbol keberanian pelaut Bugis-Makassar dalam mengarungi laut samudera dengan ombak yang besar. Yang kedua adalah badik. Badik adalah simbol harga diri dan keberanian orang Bugis-Makassar,” tandas wali kota.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Provinsi Sulsel Dr. Abdul Hayat mengharapkan F8 ini menjadi panggung bagi para seniman, penulis kreatif dan seluruh potensi yang ada menjadi satu kolaborasi yang apik untuk menghasilkan karya kreatif yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di Sulsel.

“Oleh karena itu, event ini perlu kita dukung apalagi F8 secara konsisten masuk ke dalam 10 event pariwisata di Indonesia, sehingga F8 menjadi ajang untuk memperkenalkan kreasi budaya dan berbagai produk yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulsel,” ujar gubernur.

Gubernur Sulsel juga mengajak semua pihak untuk mendukung event F8 ini agar dapat menjadi even berskala internasional. “Hanya dengan kerja keras dan konsistensi serta dukungan semua pihak, obsesi ini bisa kita wujudkan,” tandas Andi Sudirman.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dalam sambutannya mengatakan, pemerintah pusat sangat mendukung kegiatan F8, apalagi F8 terpilih dalam 10 event karisma nusantara. “Pariwisata kita suah mulai bergerak. Sektor pariwisata menyediakan 1,2 juta lapangan kerja,” ujar Sandiaga.

Setelah menyampaikan sambutan singkatnya, Manparekraf kemudian membuka secara resmi perhelatan budaya F8 ke-5 tahun 2022 yang digelar di anjungan pantai Losari Makassar. Kegiatan F8 akan berlangsung hingga 11 September 2022. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *