Karya Desain Berjudul “Al-Ukhuwah” Jadi Pemenang Utama Sayembara Desain Masjid AAS Foundation

Karya desain dari tim IKA Arsitek Fakultas Teknik Unhas berjudul “Cahaya Kesholehan Arung Pone”, terpilih sebagai pemenang favorit inisiator.

Berita2353 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Hari membahagiakan yang ditunggu-tunggu para finalis sayembara desain gambar masjid AAS Foundation telah tiba. Panitia sayembara masjid AAS Foundation mengumumkan para pemenang desain gambar masjid hari ini, di AAS Building lantai 1, Jumat sore (25/11/2022).

Pengumuman pemenang sekaligus menyerahan hadiah disaksikan oleh owner PT Tiran Grup dan pendiri AAS Foundation, Dr. Andi Amran Sulaiman, MP. Juga dihadiri tim juri yang terdiri dari Prof Ananto Yudono, ketua Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Sulsel Ar Fahmiddin A’raf Tauhid, Ph.D, dan Ar Fauzan Noe’man dari IAI Jawa Barat.

Peserta sayembara ini berasal dari seluruh wilayah di Indonesia, serta dari luar negeri, yakni Australia. Jumlah peserta yang mendaftar saat sayembara dibuka sebanyak 144 orang, namun hingga batas akhir pengiriman hasil desain, hanya 48 peserta yang mengirimkan karyanya.

Tim arsitek dari Deli Serdang, Sumut, yang diketuai oleh Ar Franky Parulian Simanjuntak, ST terpilih sebagai juara I. Karya desain yang memenangi sayembara diberi judul ““Al-Ukhuwah”. Karya ini memadukan model songkok Recca atau songkok To Bone dengan model rumah panggung orang Bugis.

Juara II diraih tim arsitek dari Jawa Barat yang diketuai oleh T. Fahmi Ferdiansyah, dengan karya desain yang diberi judul “Songkok Bumi”. Karya ini merepresentasikan rasa syukur masyarakat kota Makassar kepada Sang Pencipta, yang diutarakan melalui arsitektur sebagai ruang beribadah dan ruang berbudaya.

Sedangkan juara III diraih oleh tim arsitek dari Jawa Barat yang diketuai oleh Ar Muh. Agus Kurniawan, dengan karya desain berjudul “Perahu As-Sunnah”.

Menurut tim ini, sunnah diibaratkan sebagai perahu yang melindungi para penumpang dari angin, hujan, dan gelombang. Seperti halnya sunnah yang melindungi jiwa, harta, dan kehormatan.

Pemenang I diberikan hadiah sebesar Rp 100 juta, kemudian juara II Rp 25 juta, dan juara III sebesar Rp 15 juta.

Ketua dewan juri Prof Ananto Yudono menyerahkan hadiah kepada pemenang juara I yang diterim oleh ketua tim, Ar Franky Parulian Simanjuntak, ST dari Deli Serdang, Sumatera Utara.

Karya Desain Favorit Inisiator

Selain juara utama, penitia juga memilih dua karya pemenang dengan kategori favorit inisiator. Salah satu pemenang kategori favorit inisiator adalah hasil karya tim arsitektur dari IKA Arsitek Unhas yang diketuai oleh Ihsan dan beranggotakan empat orang. Karya mereka diberi judul “Cahaya Kesholehan Arung Pone”.

Karya favorit inisiator lainnya berjudul “Muara Rawa Recca”. Ini merupakan hasil karya desain dari tim arsitek dari Universitas Brawijaya, Jawa Timur. Tim beranggotakan tiga orang ini diketuai oleh Akhmad Fatah Yasin.

Satu karya pemenang lagi dengan kategori “Honorable Mention”. Pemenang dengan kategori ini diberikan untuk desain berjudul “Rukun Menjulang”, hasil karya dari tim arsitektur yang diketuai oleh Patrisius Marvin Dalimartha asal DKI Jakarta.

Masing-masing pemenang untuk kategori favorit inisiator dan “Honourable Mention” diberi hadiah sebesar Rp 10 juta.

Khusus untuk pemenang favorit inisiator berjudul “Cahaya Kesholehan Arung Pone” diberikan bonus hadiah tambahan sebesar Rp 10 juta oleh founder AAS Fondation. Sebab, empat orang anggota tim ini masih berstatus sebagai mahasiswa arsitektur Fakultas Teknik Unhas.

Ketua tim juri Prof Ananto Yudono dalam sambutannya mengatakan, fungsi masjid akan teruji pada peningkatan kemakmuran jamaah. Prof juga berharap masjid ini akan menjadi kebanggaan AAS Foundation.

“Semoga masjid ini menjadi kebanggaan bagi AAS Foundation. Karena masjid ini akan menjadi pusat pengembangan peradaban Islam,” ujar Prof Ananto.

Tempat Pembentukan Karakter Muslim

Gambar desain pemenang juara I sayembara desain Masjid AAS Foundation.

Sementara itu, founder AAS Foundation Dr. Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya menjelaskan tentang mimpinya membangun masjid yang muncul sekitar 15-20 tahun lalu.

Mimpi itu bermula dari kegelisahannya akan kemanfaatan dirinya bagi sesama. “Apakah saya ini bermanfaat. Seingat saya sebaik-baik manusia adalah yang beriman dan bermanfaat bagi sesama,” ujar Andi Amran.

Menurutnya, kalau orang bermanfaat tapi tidak beriman, bisa juga berbahaya. Sama juga berilmu dan berakhlak, kalau berilmu tapi tidak berakhlak itu berbahaya. Jauh lebih berbahaya dari kejahatan yang ada.

Ia mengatakan, masjid yang akan dibangun ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi ada perputaran ekonomi dan ada pendidikan akhlak.

“Masjid ini adalah tempat membangun karakter muslim yang berakhlak mulia, tetapi merupakan calon konglomerat di Indonesia bahkan dunia,” tegas Andi Amran.

Di masjid ini nanti ada perputaran ekonomi dan ada pendidikan akhlak. Di samping masjid kita bangun toko-toko yang menjual kuliner dan juga, misalnya menjual cendera mata dari seluruh Indonesia Timur, dan sebagainya. Juga kita bangun kafe di sekitarnya.

“Kita akan bangun kafe untuk kelas menengah ke bawah. Di atasnya akan kita bangun kafe elit dengan harga Rp 1-5 juta untuk investasi akhirat, karena akan disumbangkan ke masjid,” tuturnya.

Masjid AAS Foundation ini nantinya diperuntukkan bagi almarhumah ibunda Andi Amran Sulaiman. “Namanya masjid ini aku persembahkan untuk ibu tercita, Andi Nurhadi. Aku bangun masjid ini untuk beliau. Semua amalannya untuk beliau,” papar ketua umum PP IKA Unhas itu.

Masjid ini juga nantinya tidak seperti masjid di seluruh Indonesia. Di sini, Insya Allah, tidak ada celengan yang beredar. “Celengan diisi uang dulu baru diedarkan. Kalau ada yang mau menyumbang, karena Allah. Jadi masjid ini nanti mencetak uang,” tambah Andi Amran.

Model pengelolaan masjid ini, lanjut Andi Amran, akan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang bahwa ini yang benar. “Kita membangun manusia unggul dari masjid ini,” tandas mantan Mentan itu. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *