Pencarian Korban Longsor di Maros Dihentikan, Empat Korban Belum Ditemukan

Berita228 Dilihat

KABARIKA.ID, MAROS – Tim SAR gabungan secara resmi menghentikan pencarian korban longsor di Camba, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Selasa 3 Januari 2023.

Dengan demikian empat korban belum ditemukan, yakni Emi (31), Dilla (6), Adel (12), Cecung (3). Mereka adalah korban tanah longsor di Dusun Moncong Jai, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, pada Selasa, 27 Desember 2022.

Ketua Umum IKA UNHAS, Andi Amran Sulaiman bersama Bupati Chaidir Syam saat berkunjung ke lokasi
Ketua Umum IKA UNHAS, Andi Amran Sulaiman bersama Bupati Chaidir Syam saat berkunjung ke lokasi

Penghentian pencarian diputuskan setelah adanya komunikasi dengan stakeholder, termasuk Basarnas Sulsel dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros.

Musibah tanah longsor yang menelan korban jiwa ini menjadi perhatian lemerintah, sejumlah elemen dan tokoh masyarakat, seperti Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin, Andi Amran Sulaiman yang ke lokasi pada Sabtu, 31 Desember 2022.

Owner Tiran Group bersama PP IKA UNHAS dan AAS Foundation memberi bantuan logistik dan dana tunai Rp50jt, termasuk 3.000 nasi dos yang diserahkan di lokasi maupun Posko Induk di Gedung Serba Guna, Maros.

Di lokasi longsor, Menteri Pertanian RI periode 2014 – 2019 menemui Alif (5), bocah yang kini yatim piatu. Ketua Umum IKA UNHAS memberi perhatian khusus ke Alif dengan menanggung biaya pendidikan.

Bersama Bupati Chaidir Syam, Dandim 1422/Maros Kol. Inf. Muhammad Hujairin, M.Si, Kapolsek Camba, Iptu Mappiare dan Camat Cenrana Ismail Madjid, Ketum IKA UNHAS dan rombongan menyaksikan langsung proses pencarian korban dan perbaikan tanggul sungai yang tertimpa longsor.

KESEPAKATAN
Koordinator Posko Induk bencana Maros, Komandan Komando Distrik Militer 1422/Maros Letnan Kolonel Inf. Muhammad Hujairin, M.Si mengatakan, keputusan menghentikan pencarian korban tanah longsor karena berdasarkan kesepakatan dengan kepala desa dan unsur Pemkab Maros, termasuk BPBD.

Hujairin mengungkapkan proses pencarian terhadap korban berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana.

“Meski dihentikan sesuai aturan, tetapi bukan berarti kami menghentikan sepenuhnya. Tapi kami telah mengintruksikan kepada Camat, dan warga yang menemukan tanda-tanda ditemukan korban, agar memberikan informasi kepada Pemerintah setempat. Sehinngga bila ada tanda-tanda penemuan, pencarian akan kami lanjutkan kembali,” ujarnya

Ia melanjutkan, penghentian itu juga untuk mempertimbangkan kondisi psikis dan fisik tim penyelamat di lapangan. Apalagi sejak awal proses pencarian, tim penyelamat terus menerus melakukan pencarian, meski kondisi cuaca sedang tidak bersahabat.

“Sejak awal, di hari pertama ada sekitar 215 orang relawan yang turun langsung mencari korban. Jumlahnya terus bertambah, hingga hari terakhir, total relawan yang bertugas sebanyak 259 orang,” terangnya.

Terkait beberapa bantuan sosial untuk warga kata Dandim 1422 Maros ini, pihaknya meninggalkan di posko. “Seluruh bantuan sosial, telah kami tinggalkan kepada warga yang terdampak bencana,” ujarnya.

Dia menuturkan, hingga penutupan Posko pencarian, data korban longsor Desa Rompegading sebanyak 19 orang, 13 orang lainnya selamat. Dua ditemukan meninggal dunia, yakni ilham dan Dg Rima.

“Sementara empat orang lainnya, dinyatakan hilang. kerugian materi 4 rumah hanyut, 1 mobil pick up hanyut, tapi berhasil dievakuasi, 1 mobil kampas millik korban hanyut tapi berhasil dievakuasi,” jelasnya.

Ketua Umum IKA UNHAS Andi Amran Sulaiman dan Dandim 1422/Maros Letkol Inf. M. Hujairin dan Iqbal Samad Suhaeb
Ketua Umum IKA UNHAS Andi Amran Sulaiman dan Dandim 1422/Maros Letkol Inf. M. Hujairin dan Iqbal Samad Suhaeb

Sementara itu, Camat Cenrana, Ismail Madjid mengatakan, material longsor di lokasi kejadian telah dibersihkan. “Rumah yang ada di titik longsor juga telah dihancurkan. Sebab tidak boleh lagi ada yang tinggal di daerah sungai karena kan dilakukan relokasi,” jelasnya.

Korban longsor saat ini kata mantan Sekcam Mallawa itu tinggal di kediaman keluarga masing-masing. Apalagi Gubernur Sulsel telah memberikan biaya hunian sementara selama enam bulan sambil direlokasi.

Saat ini kata dia pihak Kepala Desa tengah melakukan pencarian lokasi untuk hunian para korban tanah longsor. (royes/pp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *