Resonansi Rasa Kemanusiaan AAS Foundation dan IKA Unhas Bergema Sampai di Turkiye

Berita963 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Gempa bumi berkekuatan 7,8 magnitudo yang meluluhlantakkan 10 provinsi di Turkiye, membangkitkan rasa empati kemanusiaan ketua umum (Ketum) IKA Unhas yang juga pendiri AAS Foundation, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.

Bentuk kepedulian itu diwujudkan dalam bentuk donasi Rp 100 juta yang disampaikan di sela-sela acara wisuda sarjana Unhas, 8 Februari 2023 silam.

Donasi tersebut dititipkan melalui tim dokter spesialis yang dikirim Unhas ke Turkiye untuk membantu korban gempa, yang diberangkatkan pada Rabu (8/02/2023), menuju Jakarta untuk bergabung dengan tim Kementerian Kesehatan.

Bantuan kemanusiaan dari Andi Amran Sulaiman telah mendarat di Turkiye, pada Minggu, (19/02/2023) waktu setempat. Petugas medis Unhas bahkan telah menyalurkan kepada korban gempa di tempat mereka bertugas.

Tim SAR dari Indonesia turut membantu mengevakuasi korban gempa Turkiye. (Foto: Ist.)

Sebagai wujud solidaritas antarbangsa, pemerintah Indonesia juga mengirimkan bantuan makanan, perlengkapan di tempat penampungan, serta obat-obatan. Selain bantuan barang, pemerintah Indonesia juga mengirim tim sukarelawan kemanusiaan untuk bergabung dengan tim dari berbagai negara, guna memperepat evakuasi korban.

Andi Amran Sulaiman yang merupakan pendiri AAS Foundation mengatakan, solidaritas kemanusiaan global merupakan bagian dari misi AAS Foundation bersama IKA Unhas, sebagai wujud kepedulian terhadap para korban gempa. Juga sebagai simbol bahwa Indonesia turut berduka atas jatuhnya ribuan korban jiwa di Turkiye dan Suriah.

“Ini adalah kewajiban kami untuk menunjukkan solidaritas kepada rakyat Turki dan Suriah. Semoa saudara-saudara kita di sana diberi kekuatan dan ketabahan,” ujar Andi Amran.

Resonansi rasa peduli kemanusiaan Andi Amran Sulaiman terhadap nasib mereka yang terpuruk, selalu bergema di berbagai tempat.

Donasi kepada korban bencana di berbagai wilayah di Indonesia merupakan ladang beramalnya yang subur melalui sedekah.

“Cita-citaku adalah orang tersenyum ketika aku hadir. Yang kita bawa saat mati adalah amal kita. Investasi terbaik adalah sedekah,” tandas Andi Amran.

Unhas Kirim Dokter Spesialis ke Turkiye

Rektor Unhas Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, M.Sc yang didampingi Dekan Fakultas Kedokteran Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes, Sp.PD, K-GH, SpGK, FINASIM melepas keberangkatan lima dokter spesialis ke Turkiye sebagai tim kemanusiaan, Rabu (8/2/2023) pukul 10.30 WITA.

Dokter spesialis dari Unhas yang berangkat ke Turkiye dengan misi kemanusiaan, adalah Ismaharjuni Islamuddin, S.Kep. Ns, Dr. dr Zainal Arifin, M.Kes., Sp.OT, Spine(K), Dr. dr Hisbullah, Sp.An, KIC, KAKV, Dr. dr. Muh. Sakti, Sp.OT(K), dr. Muhammad Phetrus Johan, M.Kes., Sp.OT(K), Ph.D. (Foto: Ist.)

“Kita melepas tim dokter-dokter andalan Unhas untuk tugas-tugas kemanusiaan di Turki dan Suriah. Semoga bisa bekerja secara optimal dan berkontribusi signifikan dalam tugas-tugas kemanusiaan dalam membantu masyarakat dan pemerintah yang terkena bencana gempa bumi di sana,” kata Rektor Prof. JJ saat melepas tim dokter Unhas ke Turkiye.

Kelima dokter spesialis yang diberangkatkan tersebut adalah Ismaharjuni Islamuddin, S.Kep. Ns, Dr. dr Zainal Arifin, M.Kes., Sp.OT, Spine(K), Dr. dr Hisbullah, Sp.An, KIC, KAKV, Dr. dr. Muh. Sakti, Sp.OT(K), dr. Muhammad Phetrus Johan, M.Kes., Sp.OT(K), Ph.D.

Operasi Penyelamatan Terhambat

Laporan terkini menyebutkan, korban meninggal dunia akibat gempat berkekuatan 7,8 magnitudo di Turkiye mencapai 40.642 jiwa. Sedangkan korban tewas di negara tetangganya, Suriah dilaporkan mencapai 5.800 jiwa.

Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP) David Beasley mengatakan, pemerintah Suriah dan Turkiye telah menjalin kerja sama dengan sangat baik, tetapi operasinya terhambat di barat laut Suriah.

Nama Turki Menjadi Turkiye

Penting untuk diingat bahwa PBB resmi mengubah nama negara Turki menjadi Türkiye terhitung sejak 1 Juni 2022.

Langkah itu dilakukan setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan merilis sebuah memorandum dan meminta publik menggunakan Türkiye untuk menggambarkan negara itu dalam setiap bahasa. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *