Ketua Umum IKA Unhas Lepas Tiga Spesies Kupu-kupu Dilindungi ke Habitat Alami

Berita353 Dilihat

KABARIKA.ID, MAKASSAR–IKA Unhas melalui Ketua Umum Andi Amran Sulaiman melepas tiga spesies kupu-kupu yang dilindungi ke habitat alami pada Temu Nasional Alumni dan Halal Bihalal PP IKA di kawasan permandian alam Bantimurung, Kamis (27/4/2023).

Andi Amran melepas kupu-kupu secara bersamaan dengan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Maros A.S. Chaidir Syam, legislator Muh. Andi Irfan AB, Sekjen Yusran Jusuf, Hery Wibowo dan lainnya.

Pelepasan tiga spesies kupu-kupu dilindungi bersama seratusan kupu-kupu yang dikembalikan ke habitat alamiahnya mendapat apresiasi Kepala Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Hery Wibowo.

Ketiga spesies kupu kupu-kupu dilindungi yang dilepas masing-masing (1). Troides hypolitus, (2). Troides helena, dan (3). Cethosia myrina.

Hery Wibowo yang baru sebulan menjadi Kepala TN Bantimurung Bulusaraung (Babul) menilai langkah IKA Unhas memusatkan kegiatan di Bantimurung sebagai momentum yang berdampak luas terhadap pelestarian kupu-kupu maupun keragaman hayati yang ada TN Babul.

Apalagi TN Babul masuk dalam kawasan Global Geopark Maros Pangkep yang  baru ditetapkan UNESCO.

“Kami menyambut sangat gembira kegiatan IKA Unhas yang telah peduli taman hayati,” kata Hery kepada, Sabtu (29/4/2023).

Menurut Hery, langkah IKA Unhas menginisiasi pelepasan sekira 100-an kupu-kupu dan penanaman 20 bibit eboni merupakan simbol kepedulian pejabat dan IKA Unhas yang tak ternilai.

“Bila pejabat atau petinggi telah memberi contoh, maka ini adalah simbol himbauan. Pasti masyarakat akan ikut peduli, care terhadap flora fauna yang dilindungi,” harap Hery.

Halal Bihalal dan Temu Nasional Alumni PP IKA Unhas diikuti sekira 7.000-an pengunjung yang bertabur tokoh nasional dan daerah.

Berdadarkan Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999, ada 4 jenis kupu-kupu yang dilindungi. Troides Hypolitus, Troides Helena, Troides Holiphron, dan Cethosia Myrina.

Pelepasan 19 spesies dari sekira 100-an, termasuk yang dilindungi sudah mendapat persetujuan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA SULSEL) sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Waketum IKA Unhas Bachrianto Bahtiar sesaat sebelum menanam pohon di Bantimurung, Maros, Kamis (27/4/2023). Foto: este/kabarika.

Meski tidak semua pejabat sempat melepas kupu-kupu dan menanam bibit eboni (tanaman endemik) bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Maros, H.A.S Chaidir Syam, Ketua Umum IKA Unhas Andi Amran Sulaiman dan sejumlah legislator, gaung kegiatan ini viral di berbagai kanal media informasi.

Sejumlah bupati/wali kota yang pernah menjadi mahasiswa Unhas juga hadir. Di antaranya mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaima yang saat ini sebagai Ketua Umum IKA Unhas dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang merupakan adik kandungnya.

Juga hadir Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Rektor Unhas Periode 1989-1997 Prof. Basri Hasanuddin, Rektor Unhas Periode 2006-2014 Prof Idrus A. Paturusi, Bupati Maros A.S Chaidir Syam, Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan YL.

Ada juga Sekprov Sulbar Muhammad Idris, Wakil Bupati Tana Toraja Zadrag Tombeg, Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, mantan Wawali Deng Ichal, legislator Rahman Pina, Ady Ansar, A. Fauzi Wawo dan bos PSM Makassar Munafri Arifudin.

Tidak ketinggalan Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa, Wakil Rektor Prof Dr Farida Patittingi, ketua-ketua wilayah, ketua IKA daerah, serta IKA fakultas.

“Kepedulian IKA Unhas memberi keyakinan kepada bahwa kami tak sendiri. Ternyata semua orang peduli,” ungkap Hery.

Habitat kupu-kupu di TN Babul, lanjut Hery hingga sekarang cukup baik. Dulu, baru sekira 130 jenis yang terdata, sekarang sudah mencapai 250-an jenis.

“Hal tersebut karena habitat yang terjaga bagus, masyarakat kondusif dan tidak frontal menangkap kupu-kupu,” ungkapnya.

Kesadaran terhadap nilai ekonomi yang mereka peroleh, maka masyarakat ikut peduli terhadap ekosistem dan habitat kupu-kupu.

Legislator dan Waketum IKA Unhas Muh. Andi Irfan AB menanam bibit pohon Eboni di Bantimurung, Maros, Kamis (27/4/2023). Foto: este/kabarika

Apalagi, IKA Unhas di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman telah melakukan langkah peduli terhadap flora & fauna yang semakin langka dan dilindungi.

Ke-19 spesies kupu-kupu di dilepas ke habitat alaminya adalah:

1. Ideopsis Juventa, 2. Graphium agamemmnon, 3. Graphium eurypylus, 4. Graphium meyeri, 5. Papilio paranthus adamantius, 6. Papilio Ascalaphus, 7. Papilio demoleus, 8. papilio gigon, 9. papilio sataspes, 10. pachliopta polyphontes, 11. Euploea westwoodi, 12. Idea blanchardii, 13. Tirumala choaspes, 14. catopsilla pamona 15. eurema blanda, 16. euploea algea, 17. Troides hypolitus (jenis yang dilindungi), 18. troides Helena (jenis yang dilindungi) dan 19. cethosia myrina (jenis yang di lindungi). (este).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *